Minggu, 03 Februari 2013

Profesi Supervisor dan Supervisi Pembelajaran

Diposting oleh Nath di 01.05 0 komentar

A.   Pengertian Supervisi 

     Arti Supervisi menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).
  • Secara morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan – terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.
  • Secara sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
  • Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. 
Secara umum supervisi pendidikan merupakan proses pemberian bantuan untuk peningkatan mutu pendidikan, untuk itu supervisi dapat dilakukan dari Kepala Sekolah kepada Guru, dari Pengawas kepada Kepala Sekolah & Guru, dari Guru kepada Guru, dan dari Kepala Sekolah kepada Kepala Sekolah. Supervisi biasanya juga diikuti pengawasan yang berarti pembinaan. Pembinaan ini dapat dalam bidang akademik dan administratif. Supervisi dilakukan untuk melihat bagian mana dari kegiatan sekolah yg masih negatif untuk diupayakan menjadi positif, & melihat mana yang sudah positif untuk ditingkatkan menjadi lebih positif lagi dan yang terpenting adalah pembinaannya

Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.

 Menurut keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di tiap provinsi.
Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.
Hakikat supervisi adalah proses pemberian layanan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas mengelola proses belajar mengajar bagi siswa. Pengembangan profesionalisme guru adalah proses belajar yang terus menerus pada berbagai tingkatan. Program Pengembangan Profesionalisme Guru yang berkualitas dapat meningkatkan kemampuan guru untuk mewujudkan visi dan tujuan sekolah.
Dalam konsep supervisi pengajaran tercakup dua konsep yang berbeda, walaupun pada pelaksanaannya saling terkait, yaitu supervisi kelas dan supervisi klinis. Supervisi kelas dimaksudkan sebagai upaya untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di dalam kelas dan menyusun alternatif pemecahannya. Supervisi klinis merupakan layanan profesional dari kepala sekolah dan pengawas, karena adanya masalah yang belum terselesaikan dalam pelaksanaan supervisi kelas.

B.    Tujuan dan Fungsi Supervisi
a     -  Tujuan Supervisi
Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran. Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil  tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar .
b  -      Fungsi supervisi
Fungsi supervisi adalah salah satu mekanisme untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam upaya mewujudkan proses belajar peserta didik yang lebih baik melalui cara mengajar yang lebih baik pula.

C.  Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran
Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran, yaitu :
  • *     Supervise merupakan bagian integral dari program pendidikan, ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Karenanya, para guru hendak dilibatkan secaralebih leluasa dalam mengembangkan program supervise.
  • Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise.
  • ·         Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah.
    ·         Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan, danhendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. 
    ·         Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah, dan hendaknyamembantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik.
    ·         Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnyadan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya
    ·         Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggarantahunan,serta personil, material, dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan.
    ·         Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai.
    ·         Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir.
    D.    Program Supervisi Pembelajaran
    Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan disekolah, maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun berbagai pengalaman belajar dankeaktifan belajar, serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh gurutersebut.Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran :
    ·         Menilai hasil pelajaran, dengan melakukan :  
    a.       Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif.
    b.      Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan
    c.       Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian.
    ·   Mempelajari situasi pembelajaran untuk 
    menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa.
E.    Profesi Supervisior
Supervisor, yaitu orang yang melakukan kegiatan supervisi. Ia mungkin seorang pengawas umum pendidikan, atau kepala sekolah yang karena peranannya sebagai pemimpin mempunyai tanggung jawab tentang mutu program pengajaran di sekolahnya, atau seorang petugas khusus yang diangkat untuk memimpin perbaikan suatu bidang pengajaran tertentu, seperti misalnya pendidikan jasmani, seni rupa, musik, keterampilan-keterampilan dan lain sebagainya.

Peranan supervisor adalah sebagai pembimbing, pengawasan dan pemantau yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah dalam melaksanakan proses kegiatan belajar-mengajar dan kegiatan sekolah secara menyeluruh karena pada intinya supervisor itu mempunyai peranan yang ganda yaitu sebagai pengatur dan penggerak dalam kegiatan keseluruhan kegiatan di sekolah contohnya kepala sekolah harus menyusun rancangan APBS ( Anggaran Pendapatan Biaya Sekolah ) .

Peranan kedua supervisor harus memantau bagaimana keadaan peserta didiknya baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor melalui laporan setiap guru sejauh mana perkembangan peserta didiknya yang pada umumnya dilihat dari hasil evaluasi belajar yang didata melalui nilai yang diperoleh para siswa.         

Di dalam lingkungan sekolah yang pada intinya adanya proses kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh guru kepada para peserta didiknya. Dalam hal ini seorang guru merupakan faktor yang utama dalam proses peningkatan dan perbaikan pengajaran.
Untuk meningkatkan perbaikan dan kualitas kepala sekolah disinilah seorang supervisor harus bisa melakukan pendekatan dan teknik secara manusiawi karena setiap kepala sekolah mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga supervisor harus bisa menempatkan pendekatan dan teknik dalam meningkatkan kinerja kepalasekolah harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Mempelajari berbagai pendekatan dalam supervisi memungkinkan kepala sekolah untuk mempunyai wawasan yang luas tentang pekerjaan supervisor.





Kamis, 08 Maret 2012

KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Diposting oleh Nath di 19.47 1 komentar

A.     Pengertian, Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi
1.      Pengertian Evaluasi
Pengertian evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan pengertian pengukuran dalam kegiatan belajar dan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif. Pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif.
2.      Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana di dalamnya terjadi proses membudayakan dan memberadabkan manusia. Agar terbentuk manusia yang berbudaya dan beradab, maka diperlukan transformasi kebudayaan dan peradaban.


1.      Syarat-Syarat Umum Evaluasi
      Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi dalam mengadakan kegiatan evaluasi dalam proses pendidikan yaitu:
a.      Kesahihan
b.      Keterandalan
c.       Kepraktisan

B.     Evaluasi Hasil Belajar
1.      Fungsi dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar
    Evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran hasil belajar. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, di mana tingkat keberhasilan tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata atau simbol.
   Hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajar pada akhirnya difungsikan dan ditujukan untuk keperluan berikut ini :
a.      Untuk diagnostik dan pengembangan.
b.      Untuk seleksi.
c.       Untuk kenaikan kelas.
d.      Untuk penempatan.
2.      Sasaran Evaluasi Hasil Belajar
     Sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan.
·         Tujuan ranah kognitif berhubungan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi, serta pengembangan keterampilan intelektual.
·         Tujuan ranah afektif berhubungan dengan hierarki perhatian, sikap, penghargaan, nilai, perasaan, dan emosi.
·         Tujuan ranah psikomotorik berhubungan dengan keterampilan motorik, manipulasi benda atau kegiatan yang memerlukan koordinasi saraf dan koordinasi badan.
3.      Prosedur Evaluasi Hasil Belajar
            Tahapan prosedur evaluasi hasil belajar yang perlu dilalui seorang penilai meliputi : persiapan, penyusunan alat ukur, pelaksanaan pengukuran, pengolahan hasil pengukuran, penafsiran hasil pengukuran, dan pelaporan dan penggunaan hasil evaluasi.

C.   Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses untuk menentukan jasa,  nilai atau manfaat kegiatan pembelajaran melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran. Evaluasi pembelajaran mencakup pembuatan pertimbangan tentang jasa, nilai atau manfaat program,  hasil dan proses pembelajaran.

1.      Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Tujuan utama dari evaluasi pembelajaran adalah sejumlah informasi atau data tentang jasa,  nilai atau manfaat kegiatan pembelajaran. Melalui inilah yang kemudian difungsikan dan ditujukan untuk pengembangan pembelajaran dan akreditas.
a.      Fungsi dan tujuan pembelajaran untuk pengembangan.
b.      Fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran untuk akreditasi

2.      Sasaran Evaluasi Pembelajaran
Sasaran evaluasi pembelajaran adalah aspek-aspek yang terkandung dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian sasaran evaluasi pembelajaran meliputi:
tujuan pengajaran, unsur dinamis pembelajaran,pelaksanaan pembelajaran, dan kurikulum.
a.      Tujuan pembelajaran merupakan sasaran evaluasi pembelajaran yang  perlu diperhatikan,  karena semua unsur atau aspek pembelajaran yang lain selalu bermula dan bermuara pada tujuan pembelajaran.
b.    Unsur dinamis pembelajaran merupakan sasaran evaluasi pembelajaran yang kedua. Yang  dimaksud dengan unsur dinamis pembelajaran adalah sumber belajar atau komponen sistem intruksional  yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Sumber-sumber belajar dibedakan menjadi dua jenis :
(i) sumber belajar yang dirancang (by design), dan (ii) sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization).
Adanya interaksi antara sumber belajar sebagai unsur dinamis pembelaajaran dengan siswa akan mewujudkan pelaksanaan pembelajaran.
c.       Sasaran evaluasi pembelajaran lainnya adalah pelaksanaan pembelajaran.
d.      Sasaran evaluasi pembelajaran berikutnya adalah kurikulum.

3.      ProsedurEvaluasiPembelajaran
Evaluator dalam evaluasi pembelajaran adalah suatu tim yang mempunyai peran penting dalam memberikan informasi mengenai keberhasilan pembelajaran. Yang berhak menjadi tim evaluator adalah orang-orang yang telah memenuhi sebagai persyaratan yang ditentukan.
      Prosedur pembelajaran sendiri terdiri dari lima tahapan yaitu :
a.      Penyusun Rancangan
b.      Penyusunan Instrumen
c.       Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data dapat diterapkan berbagai teknik pengumpulan data diantaranya adalah :
1)      Kuesioner
2)      Wawancara
3)      Pengamatan
4)      Studikasus
d.      Analisis data
e.      Penyusunan Laporan
Dalam laporan evaluasi pembelajaran harus berisi pokok-pokok berikut :
1)      Tujuan evaluasi
2)      Problematika
3)      Lingkup dan metodologi evaluasi pembelajaran
4)      Pelaksanaan evaluasi pembelajaran,
5)      Hasil evaluasi pembelajaran.

Demikianlah pembahasan tentang evaluasi pembelajaran, di mana dapat menandai bahwa evaluasi pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan oleh seorang guru sendirian.



 

Lirik Lagu_Blush - Undivided (feat. Snoop Dogg)

Diposting oleh Nath di 18.12 0 komentar

[Verse 1:]
Everybody tells me I should walk away
But nothing ever felt like this
They say he ain't right for me
He ain't the type for me
But I can't resist
I know that we’re from different worlds
it's hard for them to see
Maybe I'm crazy but he's the only one for me

[Chorus:]
I love him, I love him, I love him
And I don't care what nobody says
He is mine all mine
And I am his
I love him, I love him, I love him
And everything in me says don't fight it
When I look into his eyes I know we will be Undivided

[Verse 2:]
People on the outside
Think he's just a bad boy
They don't see inside like me
When there ain't nobody there
he's like a teddy bear
He treats me like queen
Well he's got something true and real that
Broke into my heart
And nothing's ever gonna, gonna tear us apart

[Chorus:]
I love him, I love him, I love him
And I don't care what nobody says
He is mine all mine
And I am his
I love him, I love him, I love him
And everything in me says don't fight it
When I look into his eyes I know we will be Undivided

[Bridge]

[Snoop Dogg:]
Slippin' and sliding
Rippin' and riding
Attention Undivided cause I decided
To make amend and make a friend and go all out and rush
To plush
Together forever
And we will never fuss.
Blush
Take a picture of a memory
Remember me
We were meant to be
Bad boy, good girl
Perfect combination (like glue)
So much Jubilation.
Filled with celebration

[Chorus]

Everybody needs to find their someone…

 

Tacha Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting