Kamis, 04 April 2013

MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI


MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI

   A.      Makna Manusia, Sains dan Teknologi
1.       Makna Manusia
Membiacarakan tentang manusia akan selalu actual sepanjang manusia berpikir dan sadar tentang dirinya.
Eksistensi manusia terletak pada kemampuan berpikir. Seorang filosuf besar; Descartes, mengatakan; Cogito Ergo Sum, saya berfikir, maka dari itu saya ada. Keculai itu, perbedaan manusia dengan binatang terletak pada perilakunya. Perilaku manusia dikendalian oleh nafsu, akal dan nurani secara simultan sehingga muncul pertimbangan-pertimbangan etika dan estetika.
Dengan potensi akalnya, manusia diberi amanat sebagai khalifah dimuka bumi.
2.       Makna Sains
Pada awalnya orang tidak membicarakan tentang sains dan teknologi melainkan tentang sains dan teknik (engineering). Teknik merupakan penerapan sains untuk kesejahteraan manusia, juga dapat memusnahkan manusia. Pada dasarnya, sangat berlebihan jika kita memilah sains dengan teknologi secara tajam, karena istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik. Semakin lama penilaian itu semakin menjadi biasa, sehingga menjadi apa yang di sebut common parlance untuk merangkaikan sains dan teknologi. Makalah ini tidak akan mempersoalkan itu, istilah teknik dan teknologi dianggao sama saja yaitu satu penerapan saja. Kata sains berasal dari bahasa latin, yaitu Scire, artinya mengetahui atau belajar. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tangkapan pancaindra, intuisi, dan filsafat, sedangkan Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistimatisasi, dan diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran objektif, sudah diuji kebenaranya, dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Istilah sains dipahami oleh masyarakat Indonesia menjadi satu istilah baku yaitu Ilmu Pengetahuan.
Dari sudut pandang filsafat, ilmu lebih khusus dibandingkan dengan pengetahuan. Suatu pengetahuan dapat dikategorikan sebagai ilmu apabila memenuhi tiga unsur pokok sebagai berikut:
1)      Ontologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki objek studi yang jelas. Objek studi hatus dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan, dapat diuraikan, sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi sebuah ilmu ada dua yaitu objek material dan objek formal.
2)      Epistimologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki metode kerja yang jelas.
3)      Aksiologi artinya bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatannya.
Dalam kajian ilmu filsafat, setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Bidang studi tersebut dapat menunjukan nilai-nilai teoritis, hokum-hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep-konsep dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistimatis, dan koheren. Dalam teori dan konsep tersebut tidak terdapat kerancuan atau kesemerawutan pikiran, atau penentangan kontradiktif diantara satu sama lainnya.
Istilah Teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa di dasari sains. Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam kenyataannya teknologi sesungguhnya tidak bias netral karena memerlukan sentuhan-sentuhan estetika yang bersifat subjektif.
Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon tak berbuah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak berakar. Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan non-fakta pada manusia, ia tidak mampu mengerjakan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi fungsi sains hanya mengkoorsinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu system yang logis, sedangkan fungsi seni memberik semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya.

   B.      Manusia dalam Iptek dan Iptek bagi Manusia
    1.       Manusia dalam Iptek.
Dengan potensi akal, manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan potensinya, manusia dapat menggali rahasia alam semesta hasil pengembangannya disebut sains, teknologi dan seni.

Atas dasar itu, ilmu ada yang bersifat abadi tingkat kebenarannya bersifat mutlak, karena bersumber dari Tuhan,dan ilmu yang bersifat perolehan tingkat kebenarannya bersifat nisbi karena hanya penafsiran dan dugaan sementara.

Manusia diciptakan sebagai subjek dan objek ilmu pengetahuan dan teknologi. Diakui, bahwa makluk lain seperti binatang, denganinstingnya mereka mampu merangkai fenomena alam ini menjadi sesuatu yang diperlukan untuk melanjutkan kehidupannya. Namun mereka tidak kreatif karena bekerja berdasarkan insting semata, sedangkan manusia bekerja berdasarkan pertimbangan akal dan perasaannya.
   2.       Pengaruh Iptek bagi Kehidupan Manusia.
Dalam kehidupan modern hamper tidak ada orang hidup tanpa menggunakan jasa teknologi. Semakin tinggi orang yang menggunakan jasa teknologi, semakin tinggi pula tingkat ketergantungannya kepada alat-alat tersebut. Dampak langsung dari kemajuan teknologi adalah kemudahan-kemudahan dalam bersktivitas. Memang teknologi diciptakan dengan tujuan untuk memberikan berbagai kemudahan dan meringankan beban pekerjaan manusia yang tadinya sangat melelahkan menjadi ringan. Namun dampak negative dari teknologi masyarakat semakin terbuai. Hamper tidak sadar bahwa dirinya telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan materialistik.
Perkembangan sains dan teknologi  nyang demikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat, khususnya dalam empat berikut:
1)      Perubahan dibidang intelektual
2)      Perubahan dalam organisasi-organisasi social yang mengarah pada kehidupan politik.
3)      Perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya.
4)      Perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang.
Keempat hal di atas secara langsung menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia yang menuntut keterlibatan semua pihak. Dan pada akhirnya menentukan kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini.
   C.      Hubungan Sains, Teknologi dan Agama
Sains, teknologi, seni dan filsafat, merupakan usaha intelektual manusia yang diarahkan untuk mencari dan menemukan suatu pola, orde, system, maupun struktur tertentu.
Menurut Ian G. Barbour (2002), ada empat tipologi pemikiran para ilmuwan tentang hubungan sains dan agama, yaitu :
1.       Pendekatan Komplik.
2.       Pendekatan Independensi.
3.       Pendekatan Dialogis.
4.       Pendekatan Integratif.
Dari keempat tipologi di atas sebenarnya masih ada yang dapat kita kembangkan yaitu pendekatan Kholistik, suatu pendekatan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

   D.      Penerapan Sains dan Teknologi dalam Kehidupan.
Sains dan teknologi merupakan pengembangan potensi budaya manusia yang mengendap menjadi suatu peradaban. Dengan kesanggupan mengembangkan potensinya, manusia mampu mengubah muka bumi seperti yang kita saksikan saat ini, padahal manusia merupakan makhluk yang keberadaannya di muka bumi paling akhir.
Kemampuan manusia dalam memanfaatkan alam lingkungannya sangat bervariasi sesuai dengan kemampuan daya nalar dan social budayanya. Kelompok manusia yang tingkat budayanya tinggi, dapat memanfaatkan sumber dayaalam bagi kesejahteraan hidupnya. Melalui iptek yang dikuasainya, mereka mampu mengubah lingkungan alam yang tidak produktif seperti di Timur tengah dan Israel.
Sedangkan kelompok manusia yang budayanya masih rendah, sumberdaya alam yang disekitarnya tidak memberikan jaminan bagi kesejahteraan hidupnya. Hutan lebat, sungai lebar dan deras, air terjun dan lainnya dipandang sebagai penghalang dan penghambatcdaripada dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidupnya.

Day dukung lingkungan bersifat relatif dan lingkungan memiliki keterbatasan. Bila pemanfaatan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut tela melewati batas kemampuan, akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan ketimpangan-ketimpangan tersebut menjadi masalah bagi kelangsungan hidup manusia dan makluk bumi lainnya.

Ada dua hal yang dapat meningkatkan daya dukung terhadap kesejahteraan hidup manusia yaitu iptek dan social budaya. Iptek yang dikuasai manusia dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan sebaliknya dapat menyengsarakan manusia apabila tidak mengindahkan aspek lingkungannya sehingga daya dukung lingkungan di luar batas kemampuannya. Ketimpangan lingkungan dalam bentuk kekeringan, tanah longsor, erosi, pencemaran, merupakan ungkapan keterbatasan daya dukung lingkungan akibat perilaku manusia yang tidak dapat mengendalikan diri.

Penerapan Iptek dala rekayasa pertanian berupa pemupukan, pengolahan tanah yang lebih baik, pemilihan bibit unggul, perbaikan pengairan melalui orgnisasi dan kelembagaan

0 komentar:

Poskan Komentar